Kepala Daerah

Bupati : Drs. H. Muslimin Bando, M.Pd
Wakil Bupati : Drs. H. M. Amiruddin, SH
Sekda : Drs. H. Chairul Latanro, MM

Goverment Public Relation
Kalender
August 2017
M T W T F S S
« May    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Statistik Pengunjung
Hari ini : Monday, 21 August 2017 00:00
Pengunjung hari ini : 88
Pengunjung kemaren : 76
Halaman dikunjungi hari ini : 374
Sistem Operasi :
Browser :
IP : 54.166.168.243
Pengunjung online : 0
Admin online: 0

Pulu Mandoti Enrekang, Beras Termahal dan Konon Disukai Soeharto

 ENREKANG — Indonesia merupakan Negara penghasil beras terbesar ke tiga setelah China dan India, dengan produksi 70 juta ton per tahunnya lewat beragam jenis varietas.

Namun tahukah Anda, khsusus di Indonesia, beras jenis apakah yang paling mahal? Jawabannya adalah Pulu Mandoti yang harganya dibanderol Rp50 ribu per liternya.

Pulu Mandoti merupakan salah satu beras lokal jenis ketan wangi yang hanya ada di Desa Salu Kanan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan. Pulu Mandoti juga hanya bisa tumbuh di sawah desa yang tingginya 700 Mdpl.

“Di desa lain coba ditanam, bahkan pernah ditanam di daerah Bogor, bisa tumbuh namun  wanginya hilang seperti beras ketan biasa,” ujar Kepala Desa Salu Kanan, Takdir pada Selasa (13/6/2017), yang juga membeberkan uniknya beras khas Enrekang ini.

Tampilannya yang berwarna kemerahan membuatnya biasa disebut beras santet. Saat dimasak, maka wanginya akan keluar. Wanginya juga bisa tercium hingga radius 100 meter.

Saking penasarannnya, konon ada peneliti dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan Balai Peneliti dan Produsen Benih (Balitpa) Maros yang meneliti beras Pulu Mandoti di Salu Kanan, namun hingga saat ini belum diketahui penyebab wanginya.

Di Desa Salu Kanan sendiri terdapat 312 hektare sawah, namun hanya sekitar 250 hektare saja yang bisa ditanami Pulu Mandoti dengan masa panen sekali dalam setahun.

Petani Pulu Mandoti turun ke sawah pada bulan Maret untuk menanam, dan baru akan dipanen 6 bulan setelah ditanam.

“Itu juga yang membuat beras ini memiliki harga yang mahal, karena permintaan dari luar sangat banyak, sementara produksinya terbatas. Bahkan saat Pak Harto masih jadi Presiden, selalu ada utusannya yang datang langsung membeli beras ini untuk dibawa ke Istana Negara,” jelas dia.

Jika Anda ingin merasakan nikmatnya beras Pulu Mandoti, agar tidak salah beli, jangan membeli di sembarang tempat, karena ada pedagang nakal yang mengoplos Pulu Mandoti dengan beras ketan biasa.

Untuk mendapatkan yang asli, lebih baik Anda datang langsung ke Desa Salu Kanan yang berjarak kurang lebih 60 kilometer dari ibu kota Kabupaten Enrekang.

BIMBINGAN DAN PELATIHAN KELOMPOK BINA KELUARGA REMAJA TINGKAT KABUPATEN ENREKANG

Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kab.Enrekang gelar Program Penyiapan Tenaga Pendamping Kegiatan Bimbingan Dan Pelatihan Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Enrekang pada Kamis, 27/04/2017.
 
Acara Program Penyiapan Tenaga Pendamping Kegiatan Bimbingan Dan Pelatihan Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) dibuka oleh Asisten Perekonomian Dan Pembangunan Setda Kab.Enrekang Drs.Mustakim Saleh Malappa,M.Si.
 
Mustakim Saleh Malappa dalam sambutannya mengatan bahwa keluarga melalui program asuh orang tua telah diidentifikasi sebagai pengaruh yang sangat penting dalam pembentukan karakter remaja, termasuk yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Proses pola asuh orang tua meliputi kedekatan orang tua dengan remaja, pengawasan orang tua dan komunikasi orang tua dengan remaja. Melalui komunikasi, orang tua hendaknya menjadi sumber informasi dan pendidik utama tentang perencanaan kehidupan remaja dimasa yang akan datang. Sehubungan dengan hal tersebut pengembangan kelompok Bina Kelompok Remaja (BKR) dapat membantu orang tua dalam memahami remaja, permasalahan remaja dan cara berkomunikasi dengan remaja. Melalui kelompok BKR setiap keluarga yang memiliki remaja dapat saling bertukar informasi dan berdiskusi bersama tentang hal-hal yang berkaitan dengan remaja, meliputi kebijakan program Genre, penanaman nilai-nilai moral melalui 8 fungsi keluarga, pendewasaan usia perkawinan, seksualitas, Napza, HIV dan AIDS, keterampilan hidup, ketahanan keluarga berwawasan Gender, komunikatif efektif orang tua terhadap remaja, peran orsng tua dalam pembinaan tumbuh kembang remaja, kebersihan dan kesehatan diri remaja serta pemenuhan gizi remaja.
 
Acara tersebut diikuti oleh SKPD terkait, organisasi wanita, tokoh masyarakat, PKB & PLKB serta Kader BKR.
 
Hadir pula pada kesempatan itu Kadis DPPKB Kab.Enrekang Dra.Hj.Zubedah Bando, Ketua TP-PKK Kab.Enrekang Dra,Hj.Johra Muslimin Bando,M.Pd & Widyasuara Perwakilan BKKBN Prov.Sulsel Hj.Ceke Karai,SH,MH.
 
(Muhammad Jufriadi Staf DPPKB Kab.Enrekang)

TP-PKK KAB. ENREKANG MERAIH JUARA 1 PELAKSANA TERBAIK UP2K PKK TAHUN 2017 TINGKAT SULAWESI SELATAN

TP-PKK Kabupaten Enrekang meraih Juara 1 Pelaksana Terbaik UP2K PKK Tahun 2017 se Sulawesi Selatan, dengan keberhasilan  ini otomatis akan  mewakili Sulawesi Selatan mengikuti lomba di Tingkat Nasional.

Adapun  Desa Pinang Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang yang terpilih sebagai desa binaan. keberhasilan ini tidak lepas dari pembinaan Tim Penggerak PKK Kabupaten Enrekang yang diketuai oleh Johra MB”Walau sebagai istri bupati, saya tetap ingin mengajar dan membagi ilmu kepada siswa karena itu adalah anjuran agama untuk selalu berbagi,” kata Johra MB.

Selain sebagai guru, beliau juga aktif dalam berbagai organisasi.

Tercatat ada puluhan organisasi telah ia masuki, bahkan dirinya menjadi ketua di organisasi tersebut.

Forum Komunikasi Cinta Al-Quran Enrekang dan Pembinaan Kesehahteraan Keluarga (PKK) Enrekang adalah dua dari puluhan organisasi yang dia ketuai.

Sebagai ketua organisasi PKK Enrekang, dia sudah beberapa kali membawa Kabupaten Enrekang meraih juara, baik tingkat provinsi maupun nasional.

Diantaranya, juara 2 tingkat nasional Lomba Hatinya PKK tahun 2016, Juara dua Lomba Cipta Menu B2SA tingkat nasional 2016, dan kali ini Juara 1 tingkat provinsi Sulsel, lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) 2017.

“Prestasi itu bisa kita raih berkat kerja keras dan kerja sama yang baik dengan semua pihak,” ujar perempuan kelahiran Kabere, 28 Juli 1959 ini.

Tak sampai disitu, ibu empat orang anak ini juga rutin mengunjungi desa-desa setiap minggunya.

Untuk mengajak mengaji dan memberi pesan moral kepada ibu-ibu di setiap desa agar tetap memberi perhatian pada anaknya.

“Melalui program Dasawisma Al-Quran kita ingin memberantas buta aksara Alquran dan mengembalikan budaya magrib mengaji, di tiap rumah tangga,” tutur Johra MB.

Berkunjung ke Enrekang, Pengusaha Jepang Apresiasi Keramahan Bupati

Bupati Enrekang, Muslimin Bando menerima kedatangan rombongan tamu dari Negara Matahari Terbit, Jepang di rujab Bupati, Kamis ( 23/2/17 ) siang tadi. Kedatangan mereka adalah untuk melihat kondisi mobil ambulans dan pemadam kebakaran yang dihibahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang satahun yang lalu.

Tamu asal Jepang tersebut, yakni Mr. Ayatoshi Nishimori (Deputy Chief Ehime Toyota Motor Co), Mr. Kenji Yamamoto (Manager Kochi Toyota Motor Co), Mr. Yoshio Ukena (Nakamura Yukihiro), Mr. Yoshinori Nishioka, Mr. Akio Aoki, Mr. Hidekazu Futugami, Mr. Sukenao Iida dan Mr. Yomeina.

Ayatoshi Nishimori dalam sambutannya mengatakan, tahun lalu rombongan ini pernah datang ke Enrekang untuk menyerahkan bantuan damkar dan ambulans. Kondisi dan suasana yang penuh kehangatan dan keramahan pada tahun lalu juga terasa sama saat ini. Ayatoshi mengucapkan terima kasih atas sambutan yang hangat ini.

“Saya ingin menyampaikan harapan bahwa, bantuan yang pernah diberikan kepada Kabupaten Enrekang dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat Enrekang. Terima kasih sekali lagi atas sambutan yang begitu hangat dan penuh keramahan ini,” kata Ayatoshi Nishimori.

Selain mengunjungi Kabupaten Enrekang untuk mengecek sejauh mana bantuan yang diberikan oleh pihak Perusahaan Jepang yang bernaung dibawa Ehime Toyota Motor Co tersebut, rombongan yang dipimpin oleh Ayatoshi juga akan diajak oleh MB, akronim Muslimin Bando mampir di kawasan perkebunan bawang merah milik petani di Bunu’ Kecamatan Anggeraja.

Dari Kecamatan Anggeraja, rombongan Ayatoshi Nishimori lalu melanjutkan kunjungannya ke Toraja untuk memenuhi undangan Bupati Toraja.