Kepala Daerah

Bupati : Drs. H. Muslimin Bando, M.Pd
Wakil Bupati : Drs. H. M. Amiruddin, SH
Sekda : Drs. H. Chairul Latanro, MM

Goverment Public Relation
APLIKASI
Kalender
December 2017
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Statistik Pengunjung
Hari ini : Wednesday, 13 December 2017 00:00
Pengunjung hari ini : 98
Pengunjung kemaren : 116
Halaman dikunjungi hari ini : 284
Sistem Operasi :
Browser :
IP : 54.163.61.66
Pengunjung online : 0
Admin online: 0
Google Map

BUKU PANDUAN FESTIVAL BAWANG ENREKANG

Pemerintah Kabupaten Enrekang bekerjasama dengan Bank Indonesia dan
Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Festival Bawang Merah, Kontes Sapi
dan Kambing serta Pameran Hasil Industri Pertanian Tingkat Nasional di
Kabupaten Enrekang, untuk memeriahkan HUT Sulawesi Selatan Ke-348
Tahun 2017 sebagai upaya pengendalian inflasi pangan di Sulawesi
Selatan dan produksi hasil bawang merah. Sehingga melalui buku pedoman
ini diharapkan dapat menjadi acuan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Download Buku Panduan Festival Bawang disini

BUKU FESTIVAL BAWANG MERAH

PULU MANDOTI KHAS ENREKANG

Salah satu komoditi yang wajib di coba pada saat berkunjung ke Enrekang yaitu Sokko Pulu mandoti’

Menurut cerita asal usul munculnya padi beras ketan mandoti atau biasa disebut “pare pulu mandoti” berasal dari langit yang dibawa oleh Towalli dan diwariskan kepada Bolong Ulu. Bolong Ulu kemudian menanamnya di daerah Salukanan dan sekitarnya yang di peruntukkan saat kegiatan ritual adat di Salukanan.

Karena aromanya yang sangat khas sehingga di beri nama “pulu mandoti”. Keunikan dari Pulu Mandoti disamping karena aromanya yang khas/mengengat ketika dimasak, juga hanya bisa tumbuh di desa Salukanan yang meliputi dusun Gandeng, dusun Peawan, dusun Matarin dan dusun Kadoasik, dusun Awo dan dusun Salongge. Pulu Mandoti biasanya disajikan pada pesta perkawinan ataupun hajatan warga. 

Pemerintah Kabupaten juga sering menjadikan pulu Mandoti sebagai suguhan makanan untuk tamu-tamu kehormatan. Biasanya diolah dengan cara di masak dan di ulek dengan santan, ditambahkan lauk pauk berupa dangke atau bundu-bundu sebagai pasangannya. Harga beras Mandoti saat ini berkisar antara Rp.30.000 hingga Rp.60.000/liter.

(Sumber : Giat wisata Enrekang)