Kepala Daerah

Bupati : Drs. H. Muslimin Bando, M.Pd
Wakil Bupati : Drs. H. M. Amiruddin, SH
Sekda : Drs. H. Chairul Latanro, MM

Goverment Public Relation
APLIKASI
Kalender
December 2017
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Statistik Pengunjung
Hari ini : Wednesday, 13 December 2017 00:00
Pengunjung hari ini : 98
Pengunjung kemaren : 116
Halaman dikunjungi hari ini : 284
Sistem Operasi :
Browser :
IP : 54.163.61.66
Pengunjung online : 0
Admin online: 0
Google Map

Enrekang Siap Ekspor Bawang Merah Ke 5 Negara

Festival Bawang Merah nasional yang diselenggarakan di lapangan Andi Liu, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan dihadiri oleh bapak Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Direktur Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono. Acara ini digelar selama dua hari, 14 hingga 15 Oktober 2017.

Di sela acara tersebut Spudnik Sujono mengatakan, Indonesia sudah bisa mengekspor bawang merah asal Kabupaten Enrekang ke lima negara, yakni Vietnam, Taiwan, Malaysia, Timor Leste dan Singapura.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, Indonesia adalah negara yang indah dan subur. Namun bawang merah masih diimpor. Sejak menjabat Menteri Pertanian tahun pertama dan kedua, Indonesai masih mengimpor bawang merah.

“Di tahun pertama saya menjabat Menteri Pertanian, Indonesia impor bawang 72.000 ton. Di tahun kedua, kita kembali mengimpor bawang merah 17.000 ton. Namun pada tahum ketiga, tidak ada lagi impor, dan bahkan kita akan mengeskpor bawang merah ke 5 negara,” jelas Amran

BUKU PANDUAN FESTIVAL BAWANG ENREKANG

Pemerintah Kabupaten Enrekang bekerjasama dengan Bank Indonesia dan
Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Festival Bawang Merah, Kontes Sapi
dan Kambing serta Pameran Hasil Industri Pertanian Tingkat Nasional di
Kabupaten Enrekang, untuk memeriahkan HUT Sulawesi Selatan Ke-348
Tahun 2017 sebagai upaya pengendalian inflasi pangan di Sulawesi
Selatan dan produksi hasil bawang merah. Sehingga melalui buku pedoman
ini diharapkan dapat menjadi acuan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Download Buku Panduan Festival Bawang disini

BUKU FESTIVAL BAWANG MERAH

1600 Petani Bakal Ramaikan Festival Bawang Merah di Enrekang

 

Selain itu, FBMN itu bakal menghadirkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman. Acaranya dimeriahkan pula dengan pemasaran hasil pertanian tingkat nasional.

Kepala Distan Enrekang, Arsil Bagenda optimis gelaran akbar perdana itu bisa menjadi titik balik perekonomian petani bawang merah. Menurutnya, hadirnya para petani dari berbagai daerah bisa menjadi sumber berbagi pengalaman maupun wawasan terkait komoditas eskpor itu. “Acara ini istimewa karena pertama kalinya di Kabupaten Enrekang. Kita pertemukan semua petani untuk bisa sharing dan bertukar pengalaman. Ada juga nanti sesi workshop atau seminar buat para petani bawang merah,” jelas Arsil.

FESTIVAL BAWANG MERAH TINGKAT NASIONAL DALAM RANGKA PENGENDALIAN INFLASI PANGAN DI SULAWESI SELATAN DIADAKAN DI ENREKANG 14-15 OKTOBER 2017

Pemerintah Kabupaten Enrekang bekerjasama dengan Bank Indonesia dan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Festival Bawang Merah, Kontes Sapi dan Kambing serta Pameran Hasil Industri Pertanian Tingkat Nasional di Kabupaten Enrekang, untuk memeriahkan HUT Sulawesi Selatan Ke-348 Tahun 2017 sebagai upayah pengendalian inflasi pangan di Sulawesi Selatan dan produksi hasil bawang merah. Info Selengkapnya DOWNLOAD Panduan Harian Festival Bawang Merah, Kontes Sapi dan Kambing serta Pameran Hasil Industri Pertanian Tingkat NasionalDisini

Enrekang Catat Produksi Bawang Merah Tertinggi di Indonesia

Kabupaten Enrekang menjadi menjadi daerah penghasil bawang merah tertinggi di Indonesia pada median Maret dan April 2017.  Data ini berdasarkan perhitungan dari Kementerian Pertanian.

Enrekang menjadi yang tertinggi dengan jumlah produksi 400 ton. Enrekang yang selama ini selalu berada di posisi ketiga atau empat naik menjadi yang pertama dikarenakan sentra bawang terbesar di Indonesia yakni Bima NTB dan Brebes Jawa tengah produksinya sedang turun. 

Selain karena alasan petani bawang di beberapa daerah itu beralih menanam padi karena musibah banjir yang melanda lahan.

“Enrekang telah diperhitungkan di kancah nasional terkait produksi bawangnya,” ujar Bupati Enrekang Muslimin Bando, Rabu (19/4/2017).

Selain itu, produksi bawang Enrekang melonjak tinggi karena lahan bawang Enrekang semakin meluas yang sebelumnya hanya dua kecamatan kini merata ke-12 kecamatan. 

Kadis Pertanian Enrekang Arsil Bagenda mengatakan, meski Enrekang produksinya terbesar di Indonesia, namun belum mampu memenuhi stok kebutuhan baawang di seluruh Indonesia.

“Hanya memenuhi kebutuhan Indonesia Timur. Kalau Jawa masih mengharap pada berbagai daerah pengahasil bawang di Jawa yang produksinya sedikit. Kita berharap bawang merah Enrekang produksinya terus bertambah,” kata Arsil.

Arsil menambahkan, produksi bawang Enrekang tidak akan berkurang nanti saat memasuki bulan Ramadhan karena sebagian besar lahan di Enrekang masih dalam masa tanam

ENREKANG OPTIMIS JADI TUAN RUMAH FESTIVAL BAWANG MERAH TINGKAT NASIONAL

Ketua Asosiasi bawang merah Kabupaten Enrekang, H. Djajadi Silamma, memberi apresiasi atas penunjukan Bumi Massenrempulu, sebagai tuan rumah gelaran Festival Bawang Merah Tingkat Nasional.
 
” Festival Bawang Merah Tingkat Nasional rencananya akan digelar di Kabupaten Enrekang Propinsi Sulawesi-Selatan pada Oktober 2017 mendatang, kegiatan ini akan mempertemukan seluruh perwakilan petani bawang unggulan dari sentra-sentra produksi bawang merah di seluruh Indonesia,” kata H. Djajadi.S menanggapi terpilihnya Enrekang sebagai pelaksana festival, di Enrekang, Rabu (12/4). Dalam hal ini, Bank Indonesia (BI) yang menginisiasi festival tersebut,
 
Menurutnya, terpilihnya Enrekang sebagai tuan rumah festival tidak terlepas dari keberhasilan bidang pertanian, utamanya produksi petani bawang merah yang mencapai 6.000 ton, dengan lahan pertanian yang tersebar di Kabupaten Enrekang seluas 8.500 hektare.
 
 “Petani bawang kita dalam per hektarenya menghasilkan 10 ton. Sedangkan luas lahan pertanian bawang merah kita 8.500 hektare,” kata H. Djajadi.S. menambahkan.
 
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Enrekang, Arsil Bagenda mengatakan, saat ini mulai menggodok dan merancang gelaran Festival Bawang Merah Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan di Enrekang sehingga nantinya bisa sukses sebagai penyelenggara dan sukses sebagai tuan rumah,
 
” kegiatan ini akan menjadi momen penting memperkenalkan Kabupaten Enrekang sebagai salah satu sentra pertanian di kawasan Indonesia Timur, terutama pada beberapa produksi unggulan pertanian, tidak hanya sebagai sentra bawang merah, tetapi juga penghasil cabe, tomat, kopi dan sejumlah komoditas holtikultura lainnya,” tutup Arsil Bagenda. (McEnrekang.L)     

PERTANIAN SEHAT BAWANG MERAH DENGAN CEBEK

Bupati Enrekang sangat mengapresiasi rintisan pertanian Sehat pada komoditas Bawang Merah, hal ini disebabkan karena produk yang di gunakan adalah pupuk cair Kencing Kambing (Cebek) ramah lingkungan.

Ini merupakan produk pendampingan Kelompok Buntu Toding Bontongan. Dari evaluasi sementara penurunan biaya produksi 30%, dan total produksi meningkat 10% dari rata-rata pada umumnya.