Kepala Daerah

Bupati : Drs. H. Muslimin Bando, M.Pd
Wakil Bupati : Drs. H. M. Amiruddin, SH
Sekda : Drs. H. Chairul Latanro, MM

Goverment Public Relation
Kalender
August 2017
M T W T F S S
« May    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Statistik Pengunjung
Hari ini : Monday, 21 August 2017 00:00
Pengunjung hari ini : 89
Pengunjung kemaren : 76
Halaman dikunjungi hari ini : 376
Sistem Operasi :
Browser :
IP : 54.166.168.243
Pengunjung online : 0
Admin online: 0

Enrekang Catat Produksi Bawang Merah Tertinggi di Indonesia

Kabupaten Enrekang menjadi menjadi daerah penghasil bawang merah tertinggi di Indonesia pada median Maret dan April 2017.  Data ini berdasarkan perhitungan dari Kementerian Pertanian.

Enrekang menjadi yang tertinggi dengan jumlah produksi 400 ton. Enrekang yang selama ini selalu berada di posisi ketiga atau empat naik menjadi yang pertama dikarenakan sentra bawang terbesar di Indonesia yakni Bima NTB dan Brebes Jawa tengah produksinya sedang turun. 

Selain karena alasan petani bawang di beberapa daerah itu beralih menanam padi karena musibah banjir yang melanda lahan.

“Enrekang telah diperhitungkan di kancah nasional terkait produksi bawangnya,” ujar Bupati Enrekang Muslimin Bando, Rabu (19/4/2017).

Selain itu, produksi bawang Enrekang melonjak tinggi karena lahan bawang Enrekang semakin meluas yang sebelumnya hanya dua kecamatan kini merata ke-12 kecamatan. 

Kadis Pertanian Enrekang Arsil Bagenda mengatakan, meski Enrekang produksinya terbesar di Indonesia, namun belum mampu memenuhi stok kebutuhan baawang di seluruh Indonesia.

“Hanya memenuhi kebutuhan Indonesia Timur. Kalau Jawa masih mengharap pada berbagai daerah pengahasil bawang di Jawa yang produksinya sedikit. Kita berharap bawang merah Enrekang produksinya terus bertambah,” kata Arsil.

Arsil menambahkan, produksi bawang Enrekang tidak akan berkurang nanti saat memasuki bulan Ramadhan karena sebagian besar lahan di Enrekang masih dalam masa tanam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *