Pemda Enrekang Peringati Harkitnas 2018

/Pemda Enrekang Peringati Harkitnas 2018

Pemda Enrekang Peringati Harkitnas 2018

Enrekang-Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2018 dari Pemerintah Kabupaten Enrekang suksek digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Enrekang, Senin, 21 Mei.

Plt Bupati Enrekang, H M Amiruddin selaku inspektur upacara,  dalam sambutan seragam yang disampaikan bertemakan tentang Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia di Era Digital.

Sehingga kata dia, harusa dimaknai, bahwa upaya-upaya harus dilakukan demi memberi kesadaran bagi masyarakat Indonesia. “Tujuannya merebut peluang yang ada,” ujarnya.

Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian agar bangsa ini bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia. Bung Karno juga menggambarkan persatuan bangsa seperti layaknya sapu lidi. Jika tidak diikat, maka lidi tersebut akan tercerai berai, tidak berguna dan mudah dipatahkan.

Tetapi jikalau lidi-lidi itu digabungkan, diikat menjadi sapu, mana ada manusia bisa mematahkan sapu lidi yang sudah terika Gambaran tersebut aktual sekali pada masa sekarang ini. “Kita merasakan bahwa ada kekuatan-kekuatan yang berusaha merenggangkan ikatan sapu lidi kita. Kita disuguhi hasutan-hasutan yang membuat kita bertikai dan tanpa sadar mengiris ikatan yang sudah puluhan tahun menyatukan segala perbedaan tersebut. Padahal inilah masa yang sangat menentukan bagi kita,” bebernyas.

Inilah era yang menuntut untuk tidak buang-buang waktu demi mengejar ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain. Momentum sekarang ini menuntut untuk tidak hilang-hang energi hanya dengan bertikai.

Untuk itu harus lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan manusia Indonesia. Menurut perhitungan para ahli, sekitar dua tahun lagi akan memasuki sebuah era keemasan dalam konsep kependudukan, yaitu bonus demografi.
Bonus demografi menyuguhkan potensi keuntungan bagi bangsa karena proporsi penduduk usia produktif lebih tinggi dibanding penduduk usia non-produktif. Menurut perkiraan Badan Pusat Statistik, rentang masa ini akan berpuncak nanti pada tahun 2028 sampai 2031, yang berarti tinggal 10-13 tahun lagi.

Pada saat itu nanti, angka ketergantungan penduduk diperkirakan mencapai titik terendah, yaitu 46,9 persen. Proyeksi keuntungan bonus demografi itu akan tinggal menjadi proyeksi jika tak dapat memaksimalkannya. Usia produktif hanya akan tinggal menjadi catatan tentang usia daripada catatan tentang produktivitas, jika mutu sumber daya manusia produktf bul luak bur pertumbuhan ekonomi.

By | 2018-05-24T01:56:05+00:00 May 24th, 2018|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment