Kepala Daerah

Bupati : Drs. H. Muslimin Bando, M.Pd
Wakil Bupati : Drs. H. M. Amiruddin, SH
Sekda : Drs. H. Chairul Latanro, MM

Goverment Public Relation
APLIKASI
Kalender
December 2017
M T W T F S S
« May    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Statistik Pengunjung
Hari ini : Wednesday, 13 December 2017 00:00
Pengunjung hari ini : 98
Pengunjung kemaren : 116
Halaman dikunjungi hari ini : 284
Sistem Operasi :
Browser :
IP : 54.163.61.66
Pengunjung online : 0
Admin online: 0
Google Map

Pulu Mandoti Enrekang, Beras Termahal dan Konon Disukai Soeharto

 ENREKANG — Indonesia merupakan Negara penghasil beras terbesar ke tiga setelah China dan India, dengan produksi 70 juta ton per tahunnya lewat beragam jenis varietas.

Namun tahukah Anda, khsusus di Indonesia, beras jenis apakah yang paling mahal? Jawabannya adalah Pulu Mandoti yang harganya dibanderol Rp50 ribu per liternya.

Pulu Mandoti merupakan salah satu beras lokal jenis ketan wangi yang hanya ada di Desa Salu Kanan Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan. Pulu Mandoti juga hanya bisa tumbuh di sawah desa yang tingginya 700 Mdpl.

“Di desa lain coba ditanam, bahkan pernah ditanam di daerah Bogor, bisa tumbuh namun  wanginya hilang seperti beras ketan biasa,” ujar Kepala Desa Salu Kanan, Takdir pada Selasa (13/6/2017), yang juga membeberkan uniknya beras khas Enrekang ini.

Tampilannya yang berwarna kemerahan membuatnya biasa disebut beras santet. Saat dimasak, maka wanginya akan keluar. Wanginya juga bisa tercium hingga radius 100 meter.

Saking penasarannnya, konon ada peneliti dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan Balai Peneliti dan Produsen Benih (Balitpa) Maros yang meneliti beras Pulu Mandoti di Salu Kanan, namun hingga saat ini belum diketahui penyebab wanginya.

Di Desa Salu Kanan sendiri terdapat 312 hektare sawah, namun hanya sekitar 250 hektare saja yang bisa ditanami Pulu Mandoti dengan masa panen sekali dalam setahun.

Petani Pulu Mandoti turun ke sawah pada bulan Maret untuk menanam, dan baru akan dipanen 6 bulan setelah ditanam.

“Itu juga yang membuat beras ini memiliki harga yang mahal, karena permintaan dari luar sangat banyak, sementara produksinya terbatas. Bahkan saat Pak Harto masih jadi Presiden, selalu ada utusannya yang datang langsung membeli beras ini untuk dibawa ke Istana Negara,” jelas dia.

Jika Anda ingin merasakan nikmatnya beras Pulu Mandoti, agar tidak salah beli, jangan membeli di sembarang tempat, karena ada pedagang nakal yang mengoplos Pulu Mandoti dengan beras ketan biasa.

Untuk mendapatkan yang asli, lebih baik Anda datang langsung ke Desa Salu Kanan yang berjarak kurang lebih 60 kilometer dari ibu kota Kabupaten Enrekang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *