Berita Ekonomi

//Berita Ekonomi
Berita Ekonomi 2017-03-10T13:33:16+00:00
Wednesday, 4 September 2019 05:25 / Ekonomi

Penukaran Tabung Bright Gas 5,5 Kg Diserbu ASN Enrekang

Enrekang – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Enrekang, bekerjasama Pertamina Pare-Pare Sulawesi-Selatan hari ini, Rabu (4/9/2019), mulai menyalurkan tabung bright gas 5,5 Kg dengan cara penukaran tabung lama 3 Kg kepada ASN dan pelaku usaha non mikro dihalaman depan Disperindag Enrekang.

Kepala Diskoperindag Enrekang melalui Kepala Bidang Perdagangan, Suaib Palannyu mengatakan, sejak dibuka pagi tadi, animo ASN yang masih menggunakan tabung 3 Kg untuk menukarkan tabung miliknya cukup besar.

“kesadaran ASN untuk tidak lagi menggunakan tabung 3 Kg cukup baik, bahkan hingga siang ini tabung bright 5,5 Kg yang disiapkan pertamina Pare-Pare sudah hampir habis,” kata Suaib Palannyu mengapresiasi ASN lingkup Enrekang.

Menurutnya, untuk tahap awal ini, tabung bright gas 5,5 Kg yang disiapkan satu mobil truck dengan kapasitas muat 250 tabung. Jumlah ini hanya bisa mengcover ASN yang yang berasal dari kantor bupati lama, kantor Bupati baru dan perkantoran gabungan dinas (Gadis).

Sementara untuk ASN yang berkantor disekitaran kota Enrekang belum terpenuhi, tetapi pihaknya memastikan kerjasama dengan Pertamina Pare-Pare, akan mengakomodir seluruh ASN yang belum menukarkan tabung 3 Kg miliknya, termasuk pelaku usaha non mikro di Enrekang.

“tabung 3 Kg bukan hak ASN golongan III keatas, janganlah kita yang membuat warga tidak mampu kehilangan haknya,” kata Suaib menambahkan.

Dari pantauan McEnrekang, antrian cukup panjang tidak hanya disebabkan banyaknya ASN, tetapi banyak juga warga sekitar perkantoran yang ikut serta didalamnya. Untuk menukarkan tabung gas 3 Kg, setiap orang wajib membawa kartu registrasi yang sudah divalidasi perwakilan pertamina.

Bagi ASN dan Pelaku Usaha Non Mikro dapat menukarkan tabung dengan rincian, 1 tabung 3 Kg ditukar tabung 5,5 Kg menambah bayaran Rp. 175.000/tabung beserta isi.

Sementara untuk 2 tabung 3 Kg dapat ditukarkan 1 tabung bright 5,5 Kg dengan tambahan pembayaran sebesar Rp. 70.000/tabung beserta isi. (McEnrekang.Lubis)  

Wednesday, 7 August 2019 07:22 / Ekonomi

Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Enrekang

post thumb

Enrekang – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Enrekang, resmi dibentuk yang diketuai oleh Plh.Sekda Enrekang Dr. H. Baba, SE.MM. Kegiatan awal TPKAD untuk mempermudah percepatan akses keuangan bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.

Dalam kesempatan itu, mewakili Sekprov Sulsel Since Erna mengatakan, Kabupaten Enrekang adalah daerah ke-13 yang membentuk TPAKD, Tim ini akan berkerja secara efektif dengan mengoptimalkan daya guna hasil pembangunan infrastruktur.

“TPAKD harus bekerja efektif mengoptimalkan hasil pembangunan infrakstruktur, sehingga peranan Pemda mengoptimalisasi pembangunan infraksturktur telah terbuka akses ke seluruh desa. Bagi peningkatan roda perekonomian dan iklim usaha di masyarakat,” kata Since Erna dalam sambutannya usai menyaksikan pengukuhan TPAKD Enrekang di Pendopo Rujab, Selasa (06/08/2019).

Tak hanya itu dalam mendongkrak permodalan diterangkan Since Erna, telah disiapkan dana KUR berbunga kredit rendah agar dimafaatkan dalam usaha UKM. Penerima KUR harus tepat sasaran dan dimanfaatkan secara berdaya guna berusaha.

“Penerima KUR harus tepat sasaran, sebab, penerima dana KUR ini adalah masyarakat yang memenuhi persyaratan, yakni ada KTP supaya mudah diverifikasi, juga usahanya harus masih produktif dalam jangka 6 bulan, memiliki izin usaha dan punya komitmen mengembangkan usahanya,” jelas Since Erna.

Tim TPKAD Enrekang beranggotakan pimpinan OPD teknis dan perbankan, dikukuhkan oleh bupati Muslimin Bando disaksikan Wabup Asman SE dan Kepala OJK wilayah 6 Indonesia Timur, Zulmi, pimpinan cabang bank sulselbar Muh Anas, (AMP) BRI Enrekang Zulfikar, BNI serta pelaku UMKM Binaan Pemda Enrekang.

Bupati Enrekang Muslimin Bando mengatakan, TPKAD yang dikukuhkan harus memiliki komitmen besar untuk membuka akses keuangan daerah seluas-luasnya, bagi pelaku ekonomi mikro dan UKM, sehingga tidak ada lagi kendala permodalan bagi pelaku usaha.

“Tugas TPKAD ke depan bekerja percepatan dan pengembangan serta mampu mengidentifikasi kebutuhan hubungan pengembangan ekonomi mikro dan UMKM di daerah disesuaikan potensi unggulan dan karakteristik daerah dan didukung oleh peran industri jasa keuangan,” jelasnya.

Dilanjutkan salah satu contoh yakni potensi peternakan, didukung dana KUR antaranya kearah usaha penggemukan sapi yang sangat potensial, pemanfaatan dana KUR di usaha mikro dan UKM bisa direalisasikan melaui sistem penggemukan sapi ditingkat Bumdes.

“Seperti penggemukan sapi setiap desa 50 ekor terdapat 112 desa total pengadaan sebanyak 5.600 ekor, pinjaman KUR 8 juta per ekor bunga 7 persen akan diserap 44,8 milyar. Itu dipelihara setahun nilai jualnya bisa 13 juta rupiah per ekor didapat 72,8 milyar dipotong bunga bank 7 persen masih ada laba hasil per ekornya,” urai H.Muslimin Bando.

Terkait Ketua TPKAD Enrekang Dr.H Baba, SE.MM katakan, tugas dan tangungjawab tim ini punya arti penting. Dikarenakan sejauh ini tak jarang ditemukan pelaku usaha mikro terkendala akses permodalan. Diusahakan langkah nyata itu minimal adanya informasi bagi kalangan pengusaha mikro lebih memahami dan mendapat kemudahan permodalan.

“Untuk memfasilitasi UMKM mendapatkan fasilitas kredit sesuai mekanisme dan syarat perbankan mendapat permodalan kredit KUR, sehingga para pelaku usaha mikro tersebut lebih merasakan kemudahan, akan mampu dan mudah mengakses mendapat bantuan modal bagi usaha UMKM di Enrekang,” jelas Dr.H Baba SE,MM. (McEnrekang.Mas.Lubis)

 

Friday, 2 August 2019 05:21 / Ekonomi

BUPATI OPTIMIS KEBERADAAN BUMDES AKAN TIGKATKAN PAD DESA DI ENREKANG

 

post thumbEnrekang-Bupati Enrekang Sulawesi-Selatan H. Muslimin Bando, optimis pelatihan aplikasi sistim informasi akuntansi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bagi pengurus Bumdes se-Kabupaten Enrekang tahun 2019, akan menjadi awal keberhasilan seluruh desa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan pelatihan itu, diharapkan Bumdes di Kabupaten Enrekang bisa berkembang menjadi lebih besar dan bermanfaat bagi desa, bisa berkembang dan menghasilkan pendapatan untuk desa.

Sehingga desa dapat mandiri ke depannya, dan tidak tergantung lagi dengan anggaran dana desa dari pusat atau pun daerah.

“Kalau Bumdes kita bisa berkembang dan jadi ladang PAD tentu akan menunjang peningkatan perekonomian di desa,” kata H. Muslimin Bando, di M-regency hotel makassar, Jumat (2/8/2019).

Karena itu, Bupati yang kembali terpilih di periode ke Dua tersebut, terus memberi motivasi para peserta untuk menjadikan Bumdes di setiap Desa semakin berkembang.

Sebab memang diperlukan adanya keyakinan dan keberanian serta integritas dari para pelaku di desa dalam mengembangkan Bumdes ini, sehingga dibutuhkan, kreatifitas dan inovasi agar Bumdes bisa bergerak dan menghasilkan produk yang berkualitas.

“Saya berharap Bumdes Enrekang bisa inovatif, kreatif dan produktif, agar produknya bisa didesain dengan baik dalam kemasan menarik sehingga dapat dipasarkan di pusat-pusat perbelanjaan modern,” ujarnya.

Palatihan tersebut juga dihadiri Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Arman Sahri Harahap, Kepala DPMD Enrekang, Zubaedah Bando, para Camat, Kades dan Bendahara Bumdes se-Kabupaten Enrekang.(McEnrekang.Lubis)

Monday, 16 October 2017 06:57 / Ekonomi, Pertanian dan Perkebunan

Enrekang Siap Ekspor Bawang Merah Ke 5 Negara

Festival Bawang Merah nasional yang diselenggarakan di lapangan Andi Liu, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan dihadiri oleh bapak Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Direktur Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono. Acara ini digelar selama dua hari, 14 hingga 15 Oktober 2017.

Di sela acara tersebut Spudnik Sujono mengatakan, Indonesia sudah bisa mengekspor bawang merah asal Kabupaten Enrekang ke lima negara, yakni Vietnam, Taiwan, Malaysia, Timor Leste dan Singapura.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, Indonesia adalah negara yang indah dan subur. Namun bawang merah masih diimpor. Sejak menjabat Menteri Pertanian tahun pertama dan kedua, Indonesai masih mengimpor bawang merah.

“Di tahun pertama saya menjabat Menteri Pertanian, Indonesia impor bawang 72.000 ton. Di tahun kedua, kita kembali mengimpor bawang merah 17.000 ton. Namun pada tahum ketiga, tidak ada lagi impor, dan bahkan kita akan mengeskpor bawang merah ke 5 negara,” jelas Amran

Monday, 13 March 2017 04:33 / Ekonomi

PAK TAHANG dan GULA MERAH ..

Tahang begitulah nama bapak yang kesehariannya bekerja sebagai petani, peternak dan pembuat gula merah. Ayah dari 3 anak dari seorang istri ini tinggal di sebuah desa bernama Batumila. Setiap hari pak Tahang lalui penuh dengan perjuangan untuk dapat menyekolahkan anak-anaknya. Beliau mesti memanjat pohon aren untuk mengambil getahnya kemudian membawa tuak manis itu ke gubuk tempat pembuatan gula merah di dusun Langga Tallu Desa Karrang.

Pak Tahang menuturkan untuk membuat gula merah sebanyak 20 kilogram itu membutuhkan sebanyak 100 liter getah aren atau biasa kita sebut dengan tuak manis yang disadap dari pohon dengan ketinggian rata-rata diatas 5 meter sebanyak dua kali setiap pagi dan sore hari. Setelah mendapatkan getah aren, air yang berwarna keruh berasa manis itu kemudian dimasak di atas kuali dengan kayu bakar. Proses itu membutuhkan 7 jam untuk mendapatkan kekentalan. Setelah kental dan dirasa sudah matang, maka gula tersebut diangkat mengunakan gayung untuk dimasukkan ke dalam cetakan.

Gula merah menjadi penghasilan tambahan bagi sebagian masyarakat Enrekang di bagian selatan. Selain berkebun dan berternak mereka cekatan mengubah tuak manis menjadi gula merah, dimana hasil penjualan gula merah ini cukup mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga kecil Bapak Tahang.

Perjuangan seperti ini jugalah yang tanpa disengaja telah membentuk dirinya menjadi seorang yang tegar dan pantang menyerah dalam menjalani hidup. Semangat dari Bapak Tahang yang patut kita jadikan teladan dalam menjalani kehidupan….

Friday, 10 March 2017 13:21 / Ekonomi

Starbucks Minati Kopi Asik Enrekang

Kopi Arabika Kalosi Enrekang (Asik) ternyata menarik minat perusahaan kopi asal Amerika, Starbucks. Ini dibuktikan dengan kesepakatan kerja sama antara Dinas Pertanian Enrekang dengan Starbucks akhir tahun 2016.
Hal ini disampaikan Kepala dinas Pertanian Enrekang, Arsil Bagenda, Menurut kerja sama tersebut akan direalisasikan mulai tahun ini, dengan menggunakan perantara PT Mega Putra Sejahtera.
“Kami sudah pertemukan 50 kelompok tani dengan tim ahli dari starbucks di Hotel Aston kemarin, dan mereka telah sepakat menerima suplai kopi Asik Enrekang,” kata Arsil Bagenda.
Arsil menjelaskan, ada tiga varian kopi asal Enrekang yang Starbucks minati, yaitu kopi Benteng Alla Utara, Masalle dan Bungin.
“Jadi karena sudah ada komitmen yang disepakati, kami hanya minta ke petani agar jaga kualitas dan kepercayaan kopinya,” pinta Arsil.
Arsil menambahkan, selain dengan Statbucks, pihaknya juga sudah fasilitasi pertemuan 87 pemilik cafe dengan 50 kelompok tani kopi di Enrekang.