Berita Pendidikan

//Berita Pendidikan
Berita Pendidikan 2017-03-10T13:38:11+00:00
Wednesday, 3 July 2019 11:59 / Pendidikan

PUSTAKAWAN ENREKANG JADI JUARA SATU DI TINGKAT PROVINSI

 

Pustakawan Enrekang Juara I Lomba Pustakawan Terbaik Sulsel

Pustakawan Dispustaka Enrekang, Irsan 

ENREKANG – Prestasi gemilang berhasil ditorehkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustaka) Kabupaten Enrekang.

Pustakawan mereka atas nama Irsan, S.IP berhasil meraih juara satu dalam lomba pustakawan berprestasi terbaik tingkat Sulsel 2019.

Dalam lomba tersebut, Irsan berhasil mengalahkan sekitar 30 Pustakawan lainnya dari berbagai kabupaten di Sulsel.

Informasi tersebut diperoleh dari berita acara penetapan juara lomba dari Dispustaka Sulsel nomor 041/762/Dispus Arsip, tertanggal 24 Juni 2019.

Dalam berita acara itu, Pustakawan Dispustaka Enrekang, Irsan memeperoleh total nilai 85,80.

Nilai tersebut merupakan yang tertinggi dari seluruh peserta yang ikut pada lomba itu.

Sementara di posisi kedua adalah Pustakawan dari Universitas dari Patria Artha Makassar, Adipar dengan total nilai 85,50.

Sementara posisi ketiga ada pustakawan asal Universitas Usman Bin Affan UMI Makassar, Nurlinda dengan nilai 85,15.

Hal itupun disambut baik oleh Irsan. Menurutnya keberhasilannya tersebut adalah hasil dari kerja dan karyanya selama ini untuk literasi di Enrekang.

Apalagi ini pertama kalinya Kabupaten Enrekang ikut dan pertama kali juga mendapat juara satu.

“Alhamdulillah bisa raih juara satu, ini tentu akan menambah kapasitas dan semagat bekerja saya, agar dapat terus mengembangkan budaya literasi di masyarakat,” kata Irsan, Rabu (3/7/2019) siang.

Irsan menjelaskan, dalam lomba tersebut memang tergolong berat sebab, ada tiga tahapan tes yang harus dilalui.

Yaitu adalah tes kemampuan dasar di bidang perpustakaan dan literasi, wawancara langsung oleh tim juri termasuk karya yang dihasilkan san persentase langsung di para depan juri.

Dalam tahapan tes wawancara, Irsan, mengaku menjabarkan apa-apa yang telah dikerjakannya selama dua tahun menjadi pustakawan.

Seperti terlibat dalam fasilitator pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial, dimana sudah ada 26 desa yang telah difasilitasi.

Selain itu juga kerap aktif dalam pengembangan diri dengan menulis artikel baik blog, opini dan buku.

“Tapi yang membuat terkesan mungkin karena saya adalah salah satu trainer untuk transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, yang dikembangkan oleh Perpusnas 2018-2019. Saya mendampingi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan dan jadi Master Trainer,” ujarnya.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]
Friday, 22 March 2019 02:51 / Pendidikan

Dispustaka Enrekang Memeriahkan Acara Pekan Literasi 2019 dengan menghadirkan Pameran Buku

Enrekang – Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Kabupaten Enrekang mengadakan motivasi membaca kepada warga Enrekang dalam kegiatan Pekan Literasi 2019 Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan Umum Enrekang ini, dihadiri dari kalangan pengajar, mahasiswa, warga binaan Lapas, dan pelajar. Baru-baru ini Rabu (20/03/2019).

Muh Fihris Khalik, Ph.D selaku pembicara menerangkan alasan mengapa membaca itu baik. Berdasarkan pengalamannya, ia melihat minat baca masyarakat memang masih terkait dengan ketersediaan koleksi dan kreativitas perpustakaan. Menurutnya masih penting bagi pemerintah daerah untuk mendorong masyarakat membaca.

“Jika ingin lebih berkembang budaya baca kita, tentunya beberapa masukan bisa  diperhatikan, seperti kebijakan literasi, memperbanyak sosialisasi membaca, ketersediaan koleksi, kreativitas perpustakaan”, kata Ketua GPMB Enrekang.

Sementara untuk mendorong anak-anak saat ini, bisa diupayakan dengan pendekatan yang adaptif atau melihat gaya mereka saat ini. Termasuk ia mengharapkan agar para guru di sekolah bisa menciptakan inovasi dalam mengajak siswanya membaca.

“Jika boleh sekolah memberi tugas yang berbasis perpustakaan,” ujar Muh Fihris Khalik.

Pada kesempatan yang sama, ia mengharapkan agar pemangku kebijakan dapat menampung aspirasi masyarakat dalam peningkatan daya baca. Ia pun mengharapkan adanya dukungan pimpinan daerah kepada lembaga masyarakat seperti GPMB Kabupaten Enrekang untuk terus bergerak mengajak masyarakat Enrekang membaca.

selain itu Dispustaka Enrekang memeriahkan acara Pekan Literasi 2019 dengan menghadirkan Pameran Buku. Kali ini bekerjasama dengan penerbit Mizan dan Mojok, dan Dialektika Bookshop. Buku-buku yang dijual terbilang murah. Untuk buku murah koleksi anak harganya mulai dari harga 2.000, 5.000 hingga 15.000. Sementara buku seperti Mojok dijual perpaket, ada yang 5 judul buku hanya dengan harga 85.000 dab masih banyak paket yang murah. Paket murah ini juga merupakan Tour Ke Kota penerbit Mojok bersama Dialektika.

“Syukur, ada penerbit Indie yang mau tur ke Enrekang. Apalagi buku-bukunya banyak yang menarik dan ditawarkan dengan harga yang sebenarnya murah”, ujar Irsan, Pustakawan Dispustaka Enrekang. Baru-baru ini di hadapan kontributor MataKita Enrekang, Kamis (21/03/2019)

Pameran buku rencananya digelar hingga jumat sore. Bagi warga Enrekang yang suka dengan buku, datang saja ke Perpustakaan Umum Enrekang. Selain itu, tentu bisa melihat pameran foto dan menyaksikan lomba puisi di lokasi pameran.

 

Wednesday, 13 March 2019 06:52 / Pendidikan

DISPUSTAKA KABUPATEN ENREKANG AKAN MELAKSANAKAN PEKAN LITERASI 2019

Enrekang-Dispustaka Enrekang mengadakan Pekan Literasi. Adapun tema kegiatan yakni “Literasi Untuk Kesejahteraan”. Tema ini menandakan peran Dispustaka Enrekang untuk ikut serta mendorong kesejahteraan masyarakat melalui transformasi layanan perpustakaan.

Melalui kegiatan Pekan Literasi, masyarakat Enrekang pun diharapkan mendapatkan pengetahuan yang nantinya dijadikan sebagai motivasi pengembangan diri peserta. Dengan begitu, pengetahuan tidak hanya diperoleh dari membaca buku, tetapi juga lewat beragam kegiatan di perpustakan.

“Itulah yang selama ini kita ingin rubah, bahwa perpustakaan bukan hanya tempat membaca. Tetapi juga bisa menjadi tempat berbagi pengetahuan dan berkegiatan,” ujar Herliany, Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Minat Baca.

Selama sepekan (18-22) akan ada beberapa kegiatan yang digelar, diantaranya Pidato Literasi, Short Course Menulis Puisi, Workshop Story Telling, Workshop Menulis Artikel, Workshop Istagram Marketing, Workshop Video Journalism, Bincang Buku, Pameran Buku dan Foto.

Di samping itu untuk memeriahkan literasi di perpustakaan, diadakan lomba mewarnai, lomba cipta dan baca puisi, dan lomba pidato literasi. Gelaran lomba yang menyasar ke pelajar ini dijadikan sebagai perkenalan awal kepada peserta tentang makna penting literasi.

“Jadi saat mereka membawakan materi lomba, saat itulah mereka juga belajar tentang arti literasi,” jelas Herliany.

Pekan Literasi kali ini juga menghadirkan pemateri yang profesional di bidangnya. Mereka merupakan praktisi yang berpengalaman, sehingga diarahkan dapat memandu peserta untuk belajar langsung dan melakukan proses kreatif pada saat workshop.

Dispustaka Enrekang akan mengadakan kegiatan Pekan Literasi 2019. Beberapa item kegiatan yang diadakan diantaranya:
1. Workshop Menulis Artikel
2. Short Course Menulis Puisi
3. Workshop Ekonomi Digital
4. Workshop Story Telling
5. Workshop Video Jounalism
6. Pendidikan Pemustaka: Motivasi Membaca
7. Lomba Mewarnai Tingkat TK/PAUD
8. Lomba Pidato Literasi Tingkat SLTP
9. Lomba Cipta dan Baca Puisi Tingkat SLTA
10.Pameran Buku dan FotoBagi yang ingin melakukan pendaftaran dan melihat jadwal lengkapnya, silahkan mengklik tautan 👨‍💻 bit.ly/2tkIcVx

Friday, 8 March 2019 01:44 / Pendidikan

Kepala Dikbud Enrekang Ingin Semua SMP di Kabupaten Enrekang Laksanakan UNBK

ENREKANG – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk para siswa Sekolah Menegah Pertama (SMP) bakal dilangsungkan April 2019 mendatang. Sekolah Menegah Pertama (SMP) mulai melakukan persiapan melakukan UNBK tersebut.

Tak terkecuai di Kabupaten Enrekang, sekolahpun mulai melakukan tahapan persiapan jelang UNBK.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Enrekang, Jumurdin, pihaknya sudah meminta agar sekolah-sekolah mematangkan persiapan jelang pelaksanaan UNBK.

Apalagi dirinya menginginkan semua SMP di Kabupaten Enrekang bisa melaksanakan UNBK.

“Kita ingin semua SMP laksanakan UNBK tahun ini, supaya tak ada lagi yang pakai sistem Ujian Berbasis Kertas dan Pensil,” kata Jumurdin, Kamis (7/3/2019).

Ia menjelaskan, saat ini dari 46 sekolah SMP di Kabupaten Enrekang tersisa enam sekolah yang belum melaporkan kesiapannya melaksanakan UNBK.

Selebihnya, mengaku telah siap melaksanalan UNBK di sekolah masing-masing.

“Makanya yang enam sekolah itu kita masih upayakan fasilitasi agar semua bisa laksanakan UNBK, pokoknya target kita semua upayakan harus UNBK,” ujarnya.

Berikut jadwal nasional UNBK SMP/sederajat:

1. Bahasa Indonesia: Senin, 22 April 2019, terbagi atas 3 sesi (Pk 07.30 – Pk 09.30, Pk 10.30 – Pk12.30 dan Pk 14.00 – Pk 16.00).

2. Matematika: Selasa, 23 April 2019, terbagi atas 3 sesi (Pk 07.30 – Pk 09.30, Pk 10.30 – Pk12.30 dan Pk 14.00 – Pk 16.00).

3. Bahasa Inggris: Rabu, 24 April 2019, terbagi atas 3 sesi (Pk 07.30 – Pk 09.30, Pk 10.30 – Pk12.30 dan Pk 14.00 – Pk 16.00).

4. IPA: Kamis, 25 April 2019, terbagi atas 3 sesi (Pk 07.30 – Pk 09.30, Pk 10.30 – Pk12.30 dan Pk 14.00 – Pk 16.00).

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]
Saturday, 2 March 2019 05:49 / Pendidikan

Program Pendidikan Emas Pemkab Enrekang Siapkan Rp 4,2 Milyar Untuk Guru Daerah Terpencil

Pemkab Enrekang Siapkan Rp 4,2 Milyar Untuk Guru Daerah TerpencilENREKANG – Ketimpangan jumlah guru atau tenaga pendidik di daerah pelosok dengan wilayah perkotaan masih kerap menjadi masalah dalam bidang pendidikan.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Enrekang berupaya melakukan pemerataan jumlah guru antara sekolah di perkotaan dan di daerah terpencil. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan gaji tambahan bagi para guru yang mau mengajar di wilayah terpencil.

Anggaran sebesar Rp 4,2 miliar pun telah disiapkan Pemkab Enrekang untuk tunjangan guru daerah terpencil tersebut.

“Iya tahun ini kita siapkan anggaran Rp 4,2 miliar untuk tambahan penghasilan bagi para guru yang mengajar di daerah terpencil,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Enrekang, Jumurdin, Jumat (1/3/2019).

Ia menjelaskan, adanya anggaran tersebut adalah bagian dari program pendidikan emas Pemkab Enrekang.

Hal itu sebagai upaya pemerataan guru di setiap sekolah dan tak terjadi lagi guru hanya menumpuk di wilayah perkotaan.

“Kita ingin memberikan motivasi, agar guru di kota mau mengajar di daerah terpencil. Dan saat ini sudah banyak guru yang berminat mengajar di tempat terpencil,” ujarnya.

Ia pun berharap, dengan meratanya jumlah guru di sekolah terpencil dan perkotaan maka kualitas pendidikan di Enrekang makin meningkat.

 

Thursday, 7 February 2019 05:37 / Pendidikan

PELAJAR ENREKANG DIJADIKAN CONTOH PENGENDARA TERTIB LALIN

post thumbEnrekang-Untuk menekan angka kecelakaan Lalu Lintas Jalan, Polres Enrekang jadikan Pelajar sebagai salah satu contoh pengendara tertib berlalu lintas.

“Pelajar di Enrekang sebahagian besar ke sekolah menggunakan kendaraan sendiri, karena itu dengan menjadikan pelajar contoh berkendara, maka pelajar makin sadar dalam berkendara,” kata Kasat Lantas Polres Enrekang AKP Abdul Azis usai melakukan kunjungan di SMA 2 Enrekang, Rabu (6/2/2019).

Menurutnya, upaya ini terus dilakukan Polres Enrekang dengan menggalakkan Milennial Road Safety Festival, melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah sebagai tindak lanjut program nasional Polri. Sebelumnya dua sekolah yang menjadi sasaran sosialisasi pertama di SMAN 2 Enrekang, sementara lokasi kedua di SMPN 1 Enrekang, selanjutnya untuk sejumlah sekolah lainnya juga akan menjadi tujuan berikutnya.

mengatakan, “Dengan menjadikan pelajar sebagai salah satu contoh pengendara tertib berlalu lintas, diharapkan akan menekan terjadinya kecelakaan di jalan, utamanya pada usia produktif.”kata Azis

Sebelumnya, Kapolres Enrekang Ibrahim Aji mengatakan, mengamati data kecelakaan yang ada, disebabkan disiplin berlalu lintas pada umumnya masih sangat rendah. Terlebih lagi para pelajar meskipun ada juga sebagian di antaranya sudah tertib dan disiplin.

“Jadi Polri terus berupaya mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas khususnya laka lantas yang melibatkan usia produktif atau usia milenial,” ungkapnya.

Salah satu strateginya, Polri mendeklarasikan suatu bentuk dukungan atau partisipasi masyarakat yaitu milennial road safety festival (MRSF). Pihaknya mengharapkan dukungan siswa dan guru untuk bersinergi dalam menjaga dan mewujudkan keselamatan para pelajar dari kecelakaan berlalu lintas

“Mari menjadi generasi yang peduli keselamatan berlalu lintas mendukung sepenuhnya program Polri dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran berlalulintas dan siap menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” tukasnya.

Tuesday, 22 January 2019 06:14 / Pendidikan

BUPATI ENREKANG MEMBUKA WORKSHOP ON STRENGTENING INTERNATIONAL

Enrekang- Bupati Enrekang membuka acara Workshop on strengtening international di pendopo rujab Enrekang dengan tema “empowering internationtision for academic and non-academic program of STIKIP Muhammadiyah Enrekang”

Adapun acara ini dihadiri oleh tiga pemateri diantaranya, Mr. Dunyarat Boogoosh dosen dari Univeristas Songkhla Thailand, Mr. Amran Jehseh dosen dari Univesitas Thenbury Thailand dan Mr. Sapruddin dari Univetsitas Sukabumi berkat kerja sama MOU STKIP Muahammdiyah Enrekang yang sudah kerjasama 2 tahun yang lalu selain itu STKIP Muhammadiyah Enrekang telah mengirim 3 Mahasiswa ke Universitas Songkhla Thailand, dan tahun ini STKIP Muhammadiyah Enrekang kembali diberi kouta sebanyak 20 orang untuk magang internasional di Universitas Songkhla Thailand.

Dihadapan para mahasiswa Bupati memberi suntikan motifasi dalam belajar dan pentingnya manusia mempunyai ilmu pengetahuan dalam menjalani keseharian.

 

Friday, 14 July 2017 02:29 / Pendidikan

Bupati Enrekang Serahkan SK Kepada 1249 Guru Honorer

Jumat (14/7/17),  Pemerintah Kabupaten Enrekang menyerahkan SK kepada 1249 guru honorer, yang diserahkan langsung oleh Bapak Bupati Enrekang Muslimin Bando bertempat di tribun lapangan Abu Bakar Lambogo Batili. Kepala OPD dan FORKOPIMDA turut hadir dalam acara tersebut.

Tujuan diterbitkannya SK dari Bupati ini adalah agar guru dapat memperoleh haknya seperti :

  • Insentif dari dana BOS
  • Penerbitan NUPTK
  • Mendapatkan Tunjangan Profesi Guru, Tunjangan Daerah Terpencil, Tunjangan Insentif Guru, Tunjangan Kualifikasi

Manfaat pemberian SK Bupati ini adalah agar semua guru dapat merasakan kesejahteraan meski belum sesuai dengan standar gaji pegawai, selanjutnya menjadi suatu legalitas bagi guru untuk mengabdikan diri di sekolah masing masing sehingga tagline Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang yaitu “TUNTAS dan BERKUALITAS“ dapat terwujud menuju masyarakat Enrekang  Maju, Aman dan Sejahtera.

Adapun guru honorer yang menerima SK,  terdiri dari :

  • Taman Kanak Kanak                    : 4 orang
  • Sekolah Dasar                                : 960 orang
  • Sekolah Menengah Pertama       : 285 orang
Thursday, 11 May 2017 03:42 / Pendidikan

Tingkatkan Kompetensi Guru, Enrekang Raih Penghargaan

Enrekang-Usaha Pemerintah Kabupaten Enrekang dalam meningkatkan kompetensi guru berbuah penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Bupati Enrekang Muslimin Bando, Kamis (11/5/2017).

 

“Pemkab Enrekang fokus meningkatkan kompetensi guru. Demi mendapatkan mutu pendidikan yang maksimal ke anak didik. Juga membuat guru bisa lebih mengenal metode belajar lewat alat teknologi. Alhamdulillah, kita dapat penghargaan dari Kementerian,” ujar Muslimin.

Tak tanggung-tanggung demi meningkatkan kompetensi guru tersebut, Kadisdikbud Enrekang Jumurdin menambahkan, tahun ini menyiapkan Rp1 miliar.

Apalagi guru yang berada di daerah terpencil, peningkatan SDM-nya terus dimaksimalkan demi kualitas guru yang diharapkan.

“Sekarang penghargaan itu sudah berada di LP3TK Barombong, Pemkab Enrekang akan jemput secepatnya. Untuk mencapai itu kita anggarkan 1 Milyar demi harapan kualitas guru di Enrekang,” jelas dia.

Tuesday, 2 May 2017 07:46 / Pendidikan

27 Sekolah Adiwiyata Kabupaten Enrekang 2017

Enrekang.- Sebanyak 27 perwakilan sekolah tingkat SD, SMP dan SMU sederajat, menerima Surat Keputusan Bupati Enrekang tentang penetapan sekolah adiwiyata tingkat kabupaten Enrekang tahun 2017 yang diserahkan Bupati Enrekang, H. Muslin Bando, di Lapangan sepak bola Abubakar Lambogo Batili Enrekang, Selasa (2/5).

Penetapan ke-27 sekolah Adiwiyata diberikan setelah tim pembina dan tim penilai tingkat kabupaten Enrekang yang telah dibentuk, melaksanakan penilaian terhadap sekolah dalam melakukan pengembangan, terutama pada sekolah bertanggungjawab yang telah menerapkan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

‘tujuan adiwiyata untuk mewujudkan masyarakat sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, itulah yang kita harapkan dari sekolah di Enrekang," kata H. Muslimin Bando usai menyerahkan SK Penetapan Sekolah Adiwiyata. Menurutnya, target sasaran adiwiyata adalah lingkup pendidikan formal, sekolah menjadi target pelaksanaan karena sekolah turut andil dalam membentuk nilai-nilai untuk peduli dan berbudaya lingkungan hidup.

Selanjutnya, seluruh sekolah yang telah melaksanakan program adiwiyata berhak untuk mendapatkan penilaian dan selanjutnya diberikan penghargaan secara berjenjang, sementara kriteria penilaian penghargaan meliputi 4 aspek yakni, aspek kebijakan sekolah berwawasan lingkungan hidup, aspek berbasis lingkungan hidup dan aspek kegiatan partisipatif serta aspek pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah ramah lingkungan.(McEnrekang).

Berikut daftar sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Enrekang

Nama Sekolah Nilai

1. SDN 53 Malalin 70

2. MTsN Enrekang 70

3. SDN 40 Lewaja 69

4. SDN 116 Enrekang 69

5. SDN 139 Galung 69

6. SDN 118 Kotu 68

7. SDN 94 Balla 68

8. SDN 47 Surakan 67

9. SDN 164 Panassang 66

10. MTsN 1 Enrekang 66

11. SDN 27 Penja 65

12. SMAN 1 Baraka 65

13. SDN 61 Lekkong 65

14. SMPN 3 Enrekang 64

15. SDN 124 Jalikko 63

16. SDN 108 Tuara 61

17. SDN 131 Buntu Tangla 61

18. SDN 56 Salodua 60

19. SDN 5 Pasui 60

20. SMPN 1 Anggeraja 60

21. SMPN 4 Baraka 59

22. SDN 73 Sudu 58

23. SDN 179 Kaban 57,5

24. SDN 177 Lo'ko 57

25. SDN 150 Baibo 57

26.SMA PPM Darul Falah Enrekang 56,5

27. SDN 151 Kadeppe 67

Tuesday, 14 March 2017 02:11 / Pendidikan

ENREKANG MENUJU KABUPATEN LITERASI

Pemerintah Kabupaten Enrekang akan menjadikan Enrekang sebagai daerah literasi. Upaya ini dibuktikan dengan digelarnya kegiatan Workshop gerakan Literasi sekolah yang bertemakan Enrekang Menuju Kabupaten Literasi. Kegiatan ini dihadiri Kadis Pendidikan Drs Jumurdin M.Pd, kepada sekolah serta undangan lainnya.

Drs Jumurdin M.Pd yang mewakili Bupati Enrekang Muslimin Bando dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini akan melahirkan generasi unggul lewat gerakan gemar membaca dan untuk meningkatkan mutu pendidikan, sehingga keterampilan membaca menjadi pondasi kokoh dalam melahirkan generasi yang berprestasi. Tentunya dalam mewujudkan ini, harus dimulai dari para pendidik yakni, kepala sekolah dan guru-guru.

Disebutkan, dengan adanya kegiatan ini, Pemkab mempersiapkan para kepala sekolah agara dapat mengimplementasikan gerakan literasi di sekolah masing-masing.

beliau juga menghimbau agar para orang tua siswa turut andil dengan membiasakan anak membaca di rumah sebagai gerakan bersama dengan pemerintah dan sekolah. “Dengan membaca akan meningkatkan budi pekerti anak, meningkatkan rasa empati dengan orang lain, mengerti nilai kearifan lokal maupun nasional,” katanya. Beliau juga menambahkan bahwa kemitraan yang dibangun dengan pemkab untuk menjadikan Enrekang sebagi Kabupaten Literasi, sehingga para guru dan kepala sekolah menjadi mitra, untuk menerapkan praktek pembelajaran yang bik serta menejemen sekolah dan budaya baca.

Friday, 10 March 2017 13:16 / Pendidikan

Dorong Minat Baca, Bupati Enrekang Buka Sosialisasi Perpuseru

Bupati Enrekang, Muslimin Bando membuka acara sosialisasi perpustakaan seru (Perpuseru) di gedung perpustakaan daerah, Rabu (1/3/2017). Ia sekaligus memberikan wejangan agar para SKPD atau pejabat pemerintahan untuk gemar membaca.
Acara tersebut dihadiri sekira 40 peserta yang berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Enrekang. Sebagian besar merupakan para pengelola taman baca atau perpustakaan desa. Program Perpuseru bermitra dengan Coca Cola Foundation untuk stok buku-buku dan pelatihan yang dibutuhkan masyarakat.
Bupati Enrekang, Muslimin Bando menjelaskan, keberadaan perpustakaan di setiap desa atau kecamatan adalah hal penting. Siapa pun wajib membaca untuk memperdalam wawasan. Ia juga menyarankan kepada perpustakaan daerah agar bisa menarik sebanyak-banyaknya pembaca.
“Dulu kan orang tidak lirik ini perpustakaan. Sekarang saya lirik baik-baik, siapa yang paling bagus saya tempatkan disini. Karena penting untuk bagaimana meningkatkan minat baca,” tutur MB.
Ia pun menargetkan peningkatan minat baca di Enrekang tahun ini. Tak tanggung-tanggung, ia menyiapkan bantuan untuk merombak suasan perpustakaan agar lebih menarik

Bupati Enrekang, Muslimin Bando membuka acara sosialisasi perpustakaan seru (Perpuseru) di gedung perpustakaan daerah, Rabu (1/3/2017). Ia sekaligus memberikan wejangan agar para SKPD atau pejabat pemerintahan untuk gemar membaca.
Acara tersebut dihadiri sekira 40 peserta yang berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Enrekang. Sebagian besar merupakan para pengelola taman baca atau perpustakaan desa. Program Perpuseru bermitra dengan Coca Cola Foundation untuk stok buku-buku dan pelatihan yang dibutuhkan masyarakat.
Bupati Enrekang, Muslimin Bando menjelaskan, keberadaan perpustakaan di setiap desa atau kecamatan adalah hal penting. Siapa pun wajib membaca untuk memperdalam wawasan. Ia juga menyarankan kepada perpustakaan daerah agar bisa menarik sebanyak-banyaknya pembaca.
“Dulu kan orang tidak lirik ini perpustakaan. Sekarang saya lirik baik-baik, siapa yang paling bagus saya tempatkan disini. Karena penting untuk bagaimana meningkatkan minat baca,” tutur MB.
Ia pun menargetkan peningkatan minat baca di Enrekang tahun ini. Tak tanggung-tanggung, ia menyiapkan bantuan untuk merombak suasan perpustakaan agar lebih menarik